Antusiasme peserta GLAI V terus meningkat dengan 179 pendaftar dari berbagai lomba islami. Panitia masih membuka pendaftaran hingga 25 Juni 2026 dengan target 300 peserta.
GLAI V di Labuhan Deli: Kolaborasi Remaja Masjid Jadi Model Pembinaan Generasi Islami Berbasis Komunitas
DELI SERDANG, [MKN-News] — Pelaksanaan Technical Meeting Gebyar Lomba Anak Islami (GLAI) V di Masjid Al Muttaqin, Jalan Veteran Pasar 9 Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, menandai semakin kuatnya peran kolaborasi remaja masjid dalam membangun ekosistem pembinaan generasi muda berbasis komunitas.
Kegiatan yang dihadiri calon peserta dari Kabupaten Deli Serdang dan Kota Medan ini tidak hanya menjadi forum teknis menjelang lomba, tetapi juga memperlihatkan bagaimana organisasi kepemudaan masjid mulai mengambil peran strategis dalam merespons tantangan sosial remaja di tingkat lokal.
Kolaborasi Dua Masjid, Satu Visi Pembinaan
GLAI V merupakan hasil kolaborasi antara Remaja Masjid Al Muwahhidin dan Remaja Masjid Al Muttaqin yang didukung oleh Forum Komunikasi Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Desa Manunggal serta BKM Masjid Al Muttaqin. Sinergi ini dipandang sebagai bentuk penguatan peran masjid sebagai pusat pembinaan sosial dan keagamaan.
Ketua Pelaksana GLAI V, Wira Andika, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang interaksi dan pembinaan karakter.
“GLAI V ini kami posisikan sebagai ruang silaturahmi sekaligus pembinaan. Bukan hanya lomba, tetapi juga proses membangun karakter dan kebersamaan antar remaja masjid,” ujarnya.
Konsolidasi Teknis dan Nilai Kegiatan
Technical Meeting yang digelar pada 21 Juni 2026 menjadi tahap penting dalam memastikan kesiapan peserta dan panitia. Agenda ini membahas mekanisme lomba, ketentuan peserta, serta teknis pelaksanaan di lapangan.
Sekretaris Panitia, Qyandra Afikah R., menyebutkan bahwa peningkatan jumlah peserta menuntut panitia bekerja lebih detail dalam aspek administrasi dan koordinasi.
“Jumlah peserta terus bertambah, sehingga pendataan harus dilakukan secara teliti. Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan tertib dan tidak ada kendala teknis saat pelaksanaan,” katanya.
Kegiatan GLAI V dikelola oleh panitia gabungan remaja masjid dengan struktur sebagai berikut Ketua Pelaksana: Wira Andika, Wakil Ketua: Andrio Fajar, Sekretaris: Qyandra Afikah R., Wakil Sekretaris: Nayla Meysatri, Bendahara: Rizkya Ananda S., Wakil Bendahara: Rika Agustina, Koordinator Bidang Acara: (Panitia Bidang), Koordinator Bidang Humas: (Panitia Bidang), Koordinator Bidang Perlombaan: (Panitia Bidang), Koordinator Perlengkapan & Logistik: (Panitia Bidang)
Struktur ini menunjukkan pola kerja kolaboratif yang melibatkan banyak unsur remaja masjid dalam satu sistem kepanitiaan terorganisir.
Partisipasi Meningkat: 179 Peserta Tercatat
Hingga pelaksanaan Technical Meeting, panitia mencatat 179 peserta telah resmi terdaftar dalam berbagai cabang lomba, yaitu adzan, surah pendek, mewarnai, dai, busana muslim, vokal solo, serta lomba shalawat remaja dan ibu-ibu.
Rinciannya meliputi Adzan: 31 peserta, Surah pendek: 44 peserta, Mewarnai: 43 peserta, Dai: 23 peserta, Busana muslim: 32 peserta, Vokal solo: 6 peserta, Shalawat remaja: 14 peserta, Shalawat ibu-ibu: 28 peserta
Panitia masih membuka pendaftaran hingga 25 Juni 2026 dengan target 300 peserta, menunjukkan masih tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan berbasis keagamaan di tingkat remaja.
Penguatan Fungsi Sosial Masjid di Tingkat Lokal
Fenomena GLAI V memperlihatkan pergeseran fungsi masjid yang semakin luas, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan karakter dan ruang sosial bagi generasi muda.
Kolaborasi antar remaja masjid dalam kegiatan ini juga menunjukkan model baru pengorganisasian komunitas berbasis keagamaan yang lebih terbuka, partisipatif, dan lintas wilayah.
GLAI V di Labuhan Deli menjadi contoh bagaimana kolaborasi lokal dapat menghasilkan gerakan sosial yang lebih luas dari sekadar agenda lomba. Dengan melibatkan ratusan peserta dan struktur kepanitiaan yang tertata, kegiatan ini memperlihatkan potensi besar masjid sebagai pusat pembinaan generasi muda di era modern. [red/mgo]

.jpeg)

0 Komentar